Kamis, 31 Maret 2011

Apple iPad


     Apple memang bertangan dingin dalam menelurkan sebuah produk elektronik. Perusahaan ini tahu betul cara mengemas sebuah produk yang bahkan oleh para pesaingnya sudah tak dilirik lagi. Setelah bertahun-tahun komputer tablet gagal dipopulerkan oleh Microsoft, Apple menjadikan 2010 sebagai awal kebangkitan komputer tablet.

      Apple tak memindahkan semua fungsi laptop ke dalam tablet ini, namun secara brilyan membawa aspek-aspek hiburan ringan seperti video, musik, game, internet dan buku atau koran digital ke dalam iPad, dengan antarmuka sentuhan jari yang mengasyikkan.

      Salah seorang analis mengatakan bahwa iPad adalah perangkat elektronik non ponsel yang paling cepat terjual sepanjang sejarah. Tak heran bila kemudian para vendor komputer berbondong-bondong mengikuti jejak Apple membuat 'pad-pad' yang lain.

Senin, 28 Maret 2011

Manfaat Sujud


     Sebuah bukti bahwa keterbatasan otak manusia tidak mampu mengetahui semua rahasia atas rahmat, nikmat, anugrah yang diberikan oleh ALLAH kepadanya. Haruskah kita menunggu untuk bisa masuk diakal kita?
Seorang Doktor di Amerika (Dr. Fidelma) telah memeluk Islam karena beberapa keajaiban yang di temuinya di dalam penyelidikannya. Ia amat kagum dengan penemuan tersebut sehingga tidak dapat diterima oleh akal fikiran.
Dia adalah seorang Doktor Neurologi. Setelah memeluk Islam dia amat yakin pengobatan secara Islam dan oleh sebab itu itu telah membuka sebuah klinik yang bernama “Pengobatan Melalui Al Qur’an” Kajian pengobatan melalui Al-Quran menggunakan obat-obatan yang digunakan seperti yang terdapat didalam Al-Quran. Di antara berpuasa, madu, biji hitam (Jadam) dan sebagainya.

Ketika ditanya bagaimana dia tertarik untuk memeluk Islam maka Doktor tersebut memberitahu bahwa sewaktu kajian saraf yang dilakukan, terdapat beberapa urat saraf di dalam otak manusia ini tidak dimasuki oleh darah. Padahal setiap inci otak manusia memerlukan darah yang cukup untuk berfungsi secara yang lebih normal.

Setelah membuat kajian yang memakan waktu akhirnya dia menemukan bahwa darah tidak akan memasuki urat saraf di dalam otak tersebut melainkan ketika seseorang tersebut bersembahyang yaitu ketika sujud. Urat tersebut memerlukan darah untuk beberapa saat tertentu saja. Ini artinya darah akan memasuki bagian urat tersebut mengikut kadar sembahyang waktu yang diwajibkan oleh Islam.
Begitulah keagungan ciptaan Allah. Jadi barang siapa yang tidak menunaikan sembahyang maka otak tidak dapat menerima darah yang secukupnya untuk berfungsi secara normal. Oleh karena itu kejadian manusia ini sebenarnya adalah untuk menganut agama Islam “sepenuhnya” karena Sifat fitrah kejadiannya memang telah dikaitkan oleh Allah dengan agamanya yang indah ini

Seorang Ibu


     Pengorbanan seorang ibu tidak dapat diukur dengan materi. Ketika melahirkan kita, ia berkorban darah dan berjuang antara hidup dan mati, bahkan ada ungkapan yang menyatakan andai pada saat-saat kritis melahirkan kita, seorang ibu diminta untuk memilih antara nyawanya dengan nyawa anaknya, maka seorang ibu akan memilih menyelamatkan anaknya dari nyawanya sendiri. Ia rela menaggung rasa sakit sembari menyusui anaknya dengan ikhlas. Selanjutnya ia mengasuh dan mendidik kita hingga dewasa. Pada bulan Ramadhan ini, bagi kita yang masih tinggal bersama Ibu, ketulusan dan kebaikannya sangat terasa. Disaat kita masih terlelap tidur, ia telah menyiapkan makanan sahur untuk kita, disaat kita santai sore ia telah menyiapkan buka puasa. Begitupun seorang ayah, demi masa depan anak-anaknya, ia berusaha menafkahi keluarga dengan sebaik-baiknya dengan daya dan upaya yang maksimal. Terlepas semua itu sebagai kewajiban orang tua, kita wajib menghargai mereka dengan sebaik-baiknya. Rasulullah SAW pernah bertanya pada para sahabat: "Maukah aku beritahu dosa yang paling besar di antara dosa-dosa yang besar?" Para sahabat menjawab: "Mau, ya Rasulullah!" Beliau berkata: "Syirik kepada Allah, durhaka kepada orang tua". Di masyarakat kita dikenal petuah Ridha Allah tergantung pada Ridha Orang tua. Bahkan mendahulukan keperluan ibu lebih baik dari melaksanakan shalat sunnah. Sehingga wajar jika "surga itu di bawah telapak kaki ibu" karena durhaka kepada orang tua merupakan dosa paling besar setelah syirik yang tentunya akan menghalangi pelakunya masuk surga.

Kejamnya NERAKA


     Neraka, hal yang beberapa bulan belakangan ini selalu menjadi bahan yang paling kusukai. Masalah neraka dan surga ini adalah masalah yang akan kita hadapi sehabis waktu kita di dunia. Well, masuk surga memang bukan masalah, tapi masuk neraka, itu baru masalah yang tidak akan pernah berkesudahan… tentu, karena aku meyakini, saat ada seseorang yang dinyatakan harus masuk neraka dan menjalani penyiksaan tanpa henti, saat itu jiwanya lepas dari kasih Allah, jiwanya sudah tidak lagi hidup dalam Allah.

     Begitu yang kudengar dan kuyakini dari beberapa kesaksian hamba Tuhan yang pernah diajak Tuhan menyaksikan dan mengalami ‘secuil’ kejamnya neraka. Mungkin kalian ada yang bertanya-tanya: Bagaimana mungkin Tuhan membiarkan kita masuk neraka dan disiksa disana selamanya?

     Jawaban versi aku: Tuhan tidak membiarkan kamu! Tuhan selalu mengingatkan, benar kan? Dari kitab suci, dari orang tua, dari pemuka agama, dari polisi, dari teman, dari blog ini juga ^^ Tuhan mengaruniakan kita kemampuan untuk mendengar dan melihat. Tuhan mengingatkan dan juga mengaruniakan kita akal budi, kemampuan untuk berpikir dan memutuskan. Nah kalo sudah seperti itu, bukankah Tuhan selalu mencegah kita untuk terjebak dalam dosa? Kalo kita berbuat dosa, kita sendiri yang memilih jalan ke neraka…

Jumat, 25 Maret 2011

"ISLAM DI HATIKU"

Salam perkenalan ukhwah Islamiah.
 
  Ternyata saya amat bersetuju dengan hujah yang diberikan.
  Sesuatu masalah tidak mungkin akan selesai sekiranya kita asyik fokus kepada masalah tersebut.
  Dan sebenarnya segala masalah yang kita alami sekarang adalah disebabkan sedar atau tidak rata2 antara umat Islam kita yang mengamalkan faham sekularisme.
  Maka bala2 seperti inilah yang hadir kedalam kehidupan masyarakat kita.
  Umumnya, ramai di antara kita yang gagal untuk mengaplikasikan keindahan mukjizat Solat dalam kehidupan.

ALLAH Itu ADA

     Apakah Allah ada? Saya merasa tertarik melihat begitu banyak perhatian yang diberikan kepada perdebatan ini. Survei terbaru mengatakan 90% masyarakat dunia percaya akan keberadaan Allah atau kuasa lain semacamnya. Namun demikian, tanggung jawab untuk membuktikan keberadaan Tuhan dilemparkan pada orang-orang yang percaya bahwa Tuhan ada. Menurut saya seharusnya terbalik.




      Namun demikian, keberadaan Allah tidak dapat dibuktikan atau disangkal. Alkitab bahkan mengatakan bahwa kita harus menerima keberadaan Allah dengan iman. “Tetapi tanpa iman tidak mungkin orang berkenan kepada Allah. Sebab barangsiapa berpaling kepada Allah, ia harus percaya bahwa Allah ada, dan bahwa Allah memberi upah kepada orang yang sungguh-sungguh mencari Dia” (Ibrani 11:6). Jikalau Allah menghendaki, Dia bisa muncul begitu saja dan membuktikan pada seluruh dunia bahwa Dia ada. Namun jikalau Dia melakukan hal itu, tidak diperlukan iman. 

Makna Kehidupan

       Dalam berbagai isi tulisan kompasianer, dapat diakatakan bahwa persoalan yang menjadi bahasan utama adalah soal kehidupan di dunia dengan berbagai aroma sedap dan wanginya. Topik saat ini yang menjadi tulisan terbanyak barangkali soal video mesum artis LM dan AP, juga WC di Afsel. Sekeder menyelingi gegap gempita bahasan duniawi, saya tuliskan sedikit mengenai kehidupan setelah kehidupan duniawi ini, yaitu kehidupan akherat. Adakah kehidupan tersebut menjadi tujuan hidup kita???
      Saya mencontohkan sebuah pertanyaan yang kelihatannya konyol dan dianggap aneh, tapi rasanya tepat untuk dinisbatkan kepada kita yang ‘bingung’. Begini pertanyaannya, ‘termasuk orang aneh gak bila seseorang naik taksi, dan ditanya oleh si sopir mau kemana? namun dijawab oleh si penumpang, ‘gak tahu?’. Saya mengatakan si penumpang tadi adalah orang aneh atau boleh jadi sakit jiwanya.